Senin, 29 Desember 2008

Financial Planner(FP) itu cita-citaku....

               Pertama kali aku tau ada profesi yang namanya Financial Planner ato yang biasa disingkat dengan FP itu dari salah satu tabloid terkemuka di Indonesia.Sumpah!mulai saat itu aku tu bener2 niat pengen tau apa sih Pitu,,keliatannya asik gitu,,merencanakan keuangan orang lain dilihat dari berbagaiu tingkatan besar pendapatannya..dimana nanti saat awal bulan mereka (klien) itu mendapatkan gaji,,si FP harus menelpon untuk mengingatkan berapa uang yang  harus ditabung,,berapa uang untuk kebutuhan per bulan,,berapa uang yang bisa dipakai si klien untuk bayar barmacam tagihan,,berapa untuk uang sekolah/jajan anak,, berapa uang yang akan dibuat dalam rekening untuk kebutuhan tak terduga,, berapa sisa uang yang bisa dibawa shopping(hobi ku niyy),,tanpa si Klien akan merasa uangnya cepat habis alias teranggar dengan baik..dan nanti diakhir bulan si FP juga akan menghubungi lagi kliennya untuk memastikan apakan rencana keuangan yang telah dibuat oleh si FP(dengan persetujuan klien yang bersangkutan pastinya!) berhasil/berjalan  sesuai harapan...

mulia juga ya pekerjaan yang satu ini..
kira2,,waktu dan tenagaku cukup ngga yah??kan mau jadi dosen dan akuntan yang punya KAP sendiri juga..wahwahwahhhh


Perencana Keuangan
(Financial Planner)



               Seorang perencana keuangan adalah seseorang yang menggunakan proses perencanaan keuangan untuk menolong Anda untuk mendapatkan cara bagaimana mencapai tujuan-tujuan hidup Anda. Perencana keuangan dapat melihat secara “gambaran besar” atas situasi keuangan Anda dan membuat rekomendasi perencanaan keuangan yang cocok untuk Anda. Perencana keuangan dapat melihat seluruh kebutuhan Anda termasuk membuat anggaran dan menabung, perencanaan pajak, investasi, asuransi dan pensiun. Atau, perencana keuangan dapat bekerja untuk Anda atas satu persoalan keuangan tapi tetap dalam konteks situasi keuangan Anda secara menyeluruh. Pendekatan menyeluruh atas tujuan-tujuan keuangan Anda inilah yang membedakan perencana keuangan dengan penasihat keuangan yang lain, dimana mereka mungkin dilatih untuk fokus hanya ke area tertentu dalam kehidupan keuangan Anda.
                                                   
                                                   Financial Planner Association Indonesia


tuh kannnnnnnnnnnnnnn............
keren bangedddddddddddddddddddd
makanya aku punya cita-cita jadi FP jugaaaa...
huaaaaaaaaaa doain yaaaaa
siapa yang ngedoain,,ntar tarif pLanning nya didiskon deh!!!
Oke kan kalo PrinceZza bisa ngatur Keuangan di Palace,,
khususnya keuangannya de'King and de'Queen..
ihiiiii pengen deh...
kamu Pengen jadi FP juga ngga???
dijamin bakal punya hobi baru. . . . . .nyari uang gitu,,,heheheheheh
'-'


                Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan akan perencana keuangan, dibutuhkan suatu standar baku untuk kualitas perencana keuangan. Seorang perencana keuangan perlu menerima pendidikan khusus sehingga memiliki tingkat pengetahuan yang cukup untuk memberikan konsultasi secara objektif kepada kliennya, bukan hanya sekedar menjual produk-produk investasi. Dan standar baku ini perlu diberitahukan kepada masyarakat luas, sehingga masyarakat dapat membedakan antara perencana keuangan yang sebenarnya dan penjual produk keuangan yang mengaku sebagai perencana keuangan.

                 Di Indonesia, terdapat Financial Planning Association Indonesia (FPAIndonesia) yang memberikan standar baku mengenai perencana keuangan. Lembaga ini, secara indenpenden dan nirlaba, menetapkan kualifikasi minimal yang harus dimiliki oleh seorang perencana keuangan. Orang yang membuka jasa perencanaan keuangan diharapkan memiliki sertifikat profesi perencanaan keuangan, seperti CFP(Certified Financial Planner) atau ChFC (Chartered Financial Consultant). FPAIndonesia sendiri mengeluarkan gelar RFP-Indonesia (Registered Financial Planner - Indonesia) untuk standar lokal.

                  Univesitas yang menyediakan pendidikan untuk profesi perencana keuangan jumlahnya masih sedikit. Salah satunya adalah Universitas Bina Nusantara. Universitas swasta ini merupakan universitas pertama yang memberikan pendidikan perencana keuangan di Indonesia. Dengan kampusnya yang terletak di pusat kota Jakarta serta tenaga pengajar dengan bergelar profesional CFA, CFP, dan ChFC, UbiNus menyediakan program Diploma Financial Planning yang dirancang untuk memberikan kemampuan dasar yang diperlukan oleh perencana keuangan, yang mencakupi pengetahuan teknis serta aplikasi keuangan, mengenal tanggung jawab profesi perencana keuangan, serta cara menilai produk-produk keuangan yang sedang beredar di masyarakat. Klik disini untuk melihat detil program Diploma Financial Planning.

                    Sementara untuk mendapatkan gelar ChFC, seorang perencana keuangan harus mengikuti pendidikan di The Singapore College of Insurance (SCI). Untungnya, sekarang SCI sudah mengadakan kerjasama dengan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara untuk menyelenggarakan program Diploma Financial Planning dan program Chartered Financial Consultant di Jakarta.

                  Jadi kalo kamu tertarik untuk meraih gelar ChFC, tidak perlu jauh-jauh ke Singapura lagi. Modul-modul yang diajarkan di disini juga sudah disesuaikan dengan keadaan lokal Indonesia, sehingga lebih mudah untuk dicerna dan diaplikasikan.


Duwwww......pengen beneran ngambil ChFC..kan  tambah cantik nama na PrinceZza..
jadi PrinceZza SE, M.SAcc, Dipl.FP, ChFC..
amin-aminnn....



                                                                            PrinceZza

CV na PrinceZza

Daftar Riwayat Hidup

Nama Lengkap : Siti Raesa Rizki Pardani

Panggilan : Raesa/Teteh

Tempat/ Tanggal Lahir : Martapura, 16 Januari 1990

Jenis Kelamin : Perempuan

Status : Belum Menikah

Agama : Islam

Pekerjaan : Kuliah

Alamat Rumah : Jalan Kasuari no.18 rt.02 rw.05 Banjarbaru, Kalimantan Selatan

Anak ke-/dari : Pertama/2 bersaudara

Orangtua : Drs.H.A.Samhudi dan Hj.Rolah, SE.

Hobi : Belajar, Membaca, Jalan-jalan, Belanja

Telepon : (0511) 4773663

Cita-cita : Dosen (sekaligus) Akuntan (sekaligus) Financial Planner

NIM : C1C107107

Pendidikan : 1. FakultasEkonomi Jurusan Akuntansi UNLAM Banjarmasin (2007-sekarang)
                       2. SMA Negeri 1 Banjarbaru (2004-2007)
                       3. SMP Negeri 2 Banjarbaru (2001-2004)
                       4. SDN Jawa 4 Martapura (1995-2001)
                       5. TK Pertiwi Cabang Martapura (1993-1995)

Aktivitas : Kuliah

Keahlian Komputer : Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, Microsoft Excel, CorelDraw 11, Adobe PhotoShop

Keahlian Berbahasa : Bahasa Indonesia (Baik) dan Bahasa Inggris(Cukup Baik)

Kemampuan Komunikasi : Cukup Baik

Sabtu, 27 Desember 2008

Akuntansi itu apa Sihh??


Aku.
si Princezza,,hohohoho
Sebagai mahasiswa fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi,,malu dong kalo ga tau sama yang namanya Akuntansi itu sendiri...hahahah
apalagi kalo misalnya kenalnya baru pas di bangku kampus aja,,kaya aku niy...
soalnya waktu SMA nya ngambil jurusan IPA,,tapi pas kuliah ngambil ekonomi..
perlu banyak belajar lebih "dalem" lagi tentang Akuntansi daripada temen-temen yang dulunya udah ada di jurusan IPS...
Ennaaaa...berikut ini ada beberapa hal yang menyangkut akuntansi...ga banyak-banyak amat siii...
moga aja bisa membantu dalam memahami Akuntansi yaaahhh.....
'-'

"Apa itu akuntansi?"
1. Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan dilakukannya penilaian dan pengambilan keputusan secara jelas dan tegas bagi pihakpihak yang menggunakan informasi tersebut.

Tujuan utama akuntansi adalah menghasilkan atau menyajikan informasi ekonomi (economic information) dari suatu kesatuan ekonomi (economic entity) kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Oleh karena itu informasi akuntansi itu pada dasarnya menyajikan informasi ekonomi kepada banyak pihak yang memerlukan, sehingga akuntansi juga sering disebut dengan bahasa dunia usaha. Mengapa demikian? Karena akuntansi merupakan alat komunikasi dan informasi bagi pihak-pihak yang memerlukannya.

"Siapa saja pihak-pihak yang memerlukan akuntansi itu?"

2. Pemakai Akuntansi

a. Pemakai Intern

Pemakai (pihak) intern adalah pihak yang menyelenggarakan usaha, seperti rumah tangga konsumen (RTK) dan rumah tangga produksi (RTP) yang dalam hal ini adalah pimpinan perusahaan (manajer) yang bertanggung jawab dalam pengambilan suatu keputusan.

Setiap rumah tangga konsumen dan rumah tangga produksi memerlukan informasi keuangan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai laba maksimal dengan pengorbanan tertentu. Oleh karena itu memerlukan suatu cara pencatatan yang sistematis agar dapat menaganlisis transaksi keuangan menjadi informasi ekonomi yang berguna. Dapatkah Anda memberi contoh rumah tangga konsumen? Baiklah, contohnya pemilik toko, setiap hari membuat catatan tentang pengeluaran uang dan pemasukan uang. Dengan adanya kegiatan pencatatan (akuntansi) tadi maka pemilik toko dapat mengetahui informasi keadaan keuangan dari usahanya pada saat tertentu.

Kemudian bagaimana dengan contoh rumah tangga produksi? Sebenarnya peranan akuntansi jauh lebih penting, lebih-lebih lagi dalam usaha yang sudah berbadan hukum, misalnya manajer produksi memerlukan akuntansi sewaktu ia ingin mengetahui berapa besar harga pokok barang, jumlah biaya produksi barang yang dihasilkan.

b. Pemakai Ekstern

Pihak ekstern adalah pihak-pihak yang berkepentingan dengan suatu usaha atau perusahaan, tetapi merupakan pihak luar perusahaan. Contohnya, bank sebagai pemberi kredit (pinjaman). Jadi bank perlu memastikan apakah debiturnya (perusahaan) yang diberikan fasilitas kredit ini dapat melunasi seluruh pinjamannya pada waktu yang telah ditetapkan, sehingga bank terhindar dari permasalahan kredit macet. Bagaimana pihak bank mendapatkan data atau informasi yang berhubungan dengan perusahaan sebagai debiturnya? Bank memperoleh data dan informasi berdasarkan catatan akuntansi yang dibuat berupa laporan keuangan dari perusahaan yang mendapatkan kredit tadi.

"sejarah dari Akuntansi gimana sih?"

3. Sejarah Perkembangan Akuntansi

Setiap terjadi suatu peristiwa, orang selalu saja bertanya, awalnya bagaimana? Atau seseorang akan berkata ceritanya bagaimana? Begitu juga halnya Akuntansi sering orang bertanya bagaimana sejarah dari akuntansi itu.

Akuntansi sebenarnya sudah ada sejak manusia itu mulai bisa menghitung dan membuat suatu catatan, yang pada awalnya dulu itu dengan menggunakan batu, kayu, bahkan daun menurut tingkat kebudayaan manusia waktu itu. Pada abad XV terjadilah perkembangan dan perluasan perdagangan oleh pedagang-pedagang Venesia. Perkembangan perdagangan ini menyebabkan orang waktu itu memerlukan suatu sistem pencatatan yang lebih baik, sehingga dengan demikian akuntansi juga mulai berkembang.

Setelah itu perkembangan akuntansi juga ditandai dengan adanya seorang yang bernama Lucas Pacioli pada tahun 1494, ahli matematika mengarang sebuah buku yang berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Propotionalita, di mana dalam suatu bab berjudul Tractatus de Computies et Scriptoris yang memperkenalkan dan mengajarkan sistem pembukuan berpasangan yang disebut juga dengan sistem kontinental.

Sistem berpasangan adalah sistem pencatatan semua transaksi ke dalam dua bagian, yaitu debet dan kredit. Kemudian kedua bagian ini diatur sedemikian rupa sehingga selalu seimbang. Cara seperti ini menghasilkan pembukuan yang sistematis dan laporan keuangan yang terpadu, karena perusahaan mendapatkan gambaran tentang laba rugi usaha, kekayaan perusahaan serta hak pemilik.

Pertengahan abad ke 18 terjadi revolusi industri di Inggris yang mendorong pula perkembangan akuntansi, di mana waktu itu para manajer pabrik misalnya, ingin mengetahui biaya produksinya. Sebab dengan mengetahui berapa besar biaya produksi mereka dapat mengawasi efektifitas proses produksi dan menetapkan harga jual. Sejalan dengan itu berkembanglah akuntansi dengan bidang khusus yaitu akuntansi biaya. Akuntansi biaya memfokuskan diri pada pencatatan biaya produksi dan penyediaan informasi bagi manajemen.

Bagaimana perkembangan akuntansi di Indonesia?

Akuntansi di Indonesia pada awalnya menganut sistem kontinental, seperti yang dipakai di Belanda saat itu. Sistem ini disebut juga dengan tata buku yang sebenarnya tidaklah sama dengan akuntansi, di mana tata buku menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dari proses pencatatan, peringkasan, penggolongan dan aktivitas lain yang bertujuan menciptakan informasi akuntansi berdasarkan pada data. Sedangkan akuntansi menyangkut kegiatan-kegiatan yang bersifat konstruktif dan analitikal seperti kegiatan analisis dan interpretasi berdasarkan informasi akuntansi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembukuan merupakan bagian dari akuntansi.

Perkembangan selanjutnya tata buku sudah mulai ditinggalkan orang. Di Indonesia perusahaan atau orang semakin banyak menerapkan sistem akuntansi Anglo Saxon. Berkembangnya sistem akuntansi Anglo Saxon di Indonesia disebabkan adanya penanaman modal asing di Indonesia yang membawa dampak positif terhadap perkembangan akuntansi, karena sebagian besar penanaman modal asing menggunakan sistem akuntansi Amerika Serikat (Anglo Saxon). Penyebab lain sebagian besar mereka yang berperan dalam kegiatan perkembangan akuntansi menyelesaikan pendidikannya di Amerika, kemudian menerapkan ilmu akuntansi itu di Indonesia.

Saat ini sistem Anglo Saxon semakin populer di Indonesia baik dalam pendidikan akuntansi maupun dalam praktek dunia bisnis. Sekarang dapatkah Anda menjelaskan perbedaan antara sistem kontinental dengan sistem Anglo Saxon? Apakah perbedaannya? Untuk lebih jelasnya, mari perhatikan tabel berikut ini!

Perbedaan Akuntansi Sistem Kontinental dengan Anglo Saxon

 

tunggu kelanjutannya yaaaaa.........
aku mau finaL test,,jadi harus belajar gitu...
tenang!!! pasti penasaran dengan penjelasan lainnya...


                                                               to be continued....

selasa, 30 Des 2008

adUwww aku niy emang baek bangeddd yahhh..
beLa-beLain nambahin artikeL yang udah setngah jadi ini...
huhuhuhuhuhu
:-)
biasaaaa di Palace ku,,"DreamLove Palace".. diajari buat ga nunda2 pekerjaan..
emang siiii berasa bangeddd ngeganjaL di Hati kLo artiKeL eniii ga Selese...
baek yahhhh..
Princezza gitu Lohhh,,,,
heheheheheehhh
'-'

                                                      
   "Apa sih kegunaan Akuntansi?"

4. Kegunaan Informasi Akuntansi

Sebenarnya sebelum mempelajari akuntansi, banyak sekali pertanyaan muncul dalam pikiran seseorang. Seperti orang akan bertanya, apa manfaat yang dapat diambil? Kapan akuntansi itu diperlukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dikemukakan.

Akuntansi menyajikan teknik untuk pengumpulan data. Peran tersebut menjadi bahasa komunikasi ekonomi, baik bagi perorangan maupun badan usaha. Proses penggunaan akuntansi dalam menyajikan informasi kepada para pemakainya dapat Anda lihat pada diagram berikut ini.



Setelah Anda perhatikan diagram di atas, tahukah Anda siapa saja yang menggunakan informasi akuntansi? Jawabannya adalah Investor, Kreditur, Pemerintah, Karyawan dan begitu juga Manajer atau Pemimpin Perusahaan. Jadi informasi akuntansi itu berguna bagi mereka sebagai dasar pengambilan keputusan masing-masing, serta dapat memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik, dan mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun.

Dengan demikian kegunaan akuntansi yaitu:
a. untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan;
b. untuk mempertanggungjawabkan manajemen kepada pemilik; dan
c. untuk mengetahui perkembangan perusahaan.


5. Bidang Akuntansi


       Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi dan semakin kompleksnya masalah perusahaan yang didorong kemajuan teknologi, bertambahnya peraturan pemerintah terhadap kegiatan perusahaan, maka para Akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya dalam bidang akuntansi. Bidang khusus akuntansi itu, apa saja? Baik, mari kita lihat bidang-bidang khusus akuntansi berikut ini:
a. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga Akuntansi Umum (General Accounting), yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi perusahaan dan penyusunan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi. Laporan keuangan itu bisa digunakan sebagai informasi intern maupun ekstern perusahaan.

b. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntansi umum. Akuntansi publik melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayainya suatu laporan.

c. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di dalam perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen antara lain, mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternatif dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam hal penetapan harga jual, pembelajaan, metode produksi dan investasi. Bidang akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenjang organisasi dengan menggunakan data historis maupun data tafsiran.

d. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan biaya dan kontrol atas biaya. Terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Di samping itu salah satu fungsi utama akuntansi biaya adalah pengumpulan dan menganalisa data mengenai biaya, baik yang telah maupun yang akan terjadi untuk digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat kontrol atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana di masa mendatang.

e. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Bidang akuntansi perpajakan mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak serta mempertimbangkan konsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.

f. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)

Akuntansi anggaran adalah bidang akuntansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana keuangan mengenai kegiatan perusahaan untuk suatu jangka waktu tertentu di masa mendatang serta analisa dan pengontrolannya.

                 Perkembangan akuntansi juga sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan dunia usaha. Di mana secara tidak langsung menuntut sumber daya yang berkualitas dan profesional bidang akuntansi, ya bukan? Kemudian persoalannya sekarang akan timbul lagi pertanyaan baru, yaitu apakah tenaga ahli bidang akuntansi itu termasuk tenaga profesional, layaknya seorang yang berprofesi sebagai dokter, pengacara dan notaris? Jawabnya adalah benar! Seseorang yang memiliki keahlian di bidang akuntansi yang berlatar belakang pendidikan minimal Diploma 3 jurusan Akuntansi.


6. Profesi Akuntansi


              Perkembangan profesi akuntansi sejalan dengan jenis jasa akuntansi yang diperlukan oleh masyarakat yang makin lama semakin bertambah kompleksnya. Gelar akuntan adalah gelar profesi seseorang dengan bobot yang dapat disamakan dengan bidang pekerjaan yang lain. Misalnya bidang hukum atau bidang teknik. Secara garis besar Akuntan dapat digolongkan sebagai berikut:
a. Akuntan Publik (Public Accountant)
Akuntan publik adalah akuntan independen yang memberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu. Mereka ini bekerja bebas dan umumnya mendirikan suatu kantor akuntan. Seorang akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan (audit), misalnya terhadap jasa perpajakan, jasa konsultasi manajemen, dan jasa penyusunan sistem manajemen.

b. Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan. Jabatan tersebut yang dapat diduduki mulai dari Staf biasa sampai dengan Kepala Bagian Akuntansi atau Direktur Keuangan. Tugas mereka adalah menyusun sistem akuntansi, menyusun laporan keuangan kepada pihak-pihak eksternal, menyusun laporan keuangan kepada pemimpin perusahaan, menyusun anggaran, penanganan masalah perpajakan dan pemeriksaan intern.

c. Akuntan Pemerintah (Government Accountant)
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya di kantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

d. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mangajar, menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

      Apa saja persyaratannya bila seseorang ingin memperoleh gelar Akuntan itu? Seseorang itu berhak menyandang gelar Akuntan bila telah memenuhi syarat antara lain: Pendidikan Sarjana jurusan Akuntansi dari Fakultas Ekonomi Perguruan Tinggi yang telah diakui menghasilkan gelar Akuntan, seperti UI, UGM, UNHAS, USU dan sebagainya, atau perguruan tinggi swasta yang berafiliasi ke salah satu perguruan tinggi yang telah berhak memberikan gelar Akuntan. Selain itu juga bisa mengikuti Ujian Nasional Akuntansi (UNA) yang diselenggarakan oleh konsorsium Pendidikan Tinggi Ilmu Ekonomi yang didirikan dengan SK Mendikbud RI tahun 1976.
          Dari uraian di atas, dapat diambil pengertian bahwa gelar Akuntan itu pengakuannya adalah sama dengan gelar profesi lainnya seperti: Pengacara, Dokter, Notaris, dan lainlain.

7. Kewajiban Perusahaan melaksanakan Pembukuan/Akuntansi di Indonesia

         Perusahaan diwajibkan melakukan pembukuan/akuntansi? Di Indonesia kewajiban melakukan pembukuan setiap perusahaan didasarkan pada Kitab Undang Undang Hukum Dagang (KUHD) pasal 6, yang berbunyi: Tiap-tiap orang yang melakukan/menjalankan perusahaan menyelenggarakan pembukuan perusahaan, sehingga diketahui segala hak dan kewajibannya.

     Tujuan yang akan dicapai adalah untuk mendapatkan informasi informasi tentang transaksi keuangan dan transaksi barang agar dapat ditentukan dengan tepat kebijaksanaan selanjutnya. Selain KUHD pasal 6, juga UU Pajak tahun 2000 pasal 28 ayat 1 - 12 yang mewajibkan perusahaan menyelenggarakan pembukuan perusahaan, sehingga diketahui hak dan kewajibannya.

            Pembukuan yang baik memudahkan pengusaha menghitung laba rugi dan menentukan besarnya pajak yang harus dibayar. Begitu pula pembukuan yang diselenggarakan dengan baik akan memungkinkan investor melakukan penilaian keadaan perusahaan apakah sehat atau tidak.

huaaaaaaaa selese juga..
tunggu Artikel tentang akuntansi seLanjutnya yAaaaaaaaaaa...

 
                                                                                                  PrinceZza


Rabu, 24 Desember 2008

Akuntansi vs Perpajakan!!!!

Perpajakan itu mata kuliah yang sekarang aku ambil...
Waktu dosen aku menjelaskan di dengan kelas,,tentang perbedaan antara akuntansi dan perpajakan..emang sih masuk di otak,,tapi yang namanya cuman denger dari "cuap-cuap" bapaknya..ya tetep aja jadi setengah-setengah ngertinya..
Tapi kalo bisa dibaca 'tulisan' yang kayak gini,,pasti langsung nempel,,ngerti deh!!!



            Berdamai itu ternyata susah banget ya?? Bahkan untuk sesuatu yang seharusnya berjalan secara selaras, sejalan, dan harmonis….ternyata blum bisa juga. Yah, contoh yang aku angkat disini adalah adalah kedua bidang yang saat ini sedang aku tekuni ^_^, yaitu perpajakan dan akuntansi. Semakin belajar keduanya, semakin cerah….tapi Semakin bingung juga ^O^.

            Perbedaan utama yang menjadi pemisah keduanya adalah dasar pencatatannya. Kalo akuntansi menggunakan dasar accrual basis, yang mengakui transaksi pada saat terjadinya. Sedangkan perpajakan menggunakan dasar cash basis, yang mengakui adanya transaksi pada saat ada duit yang diterima atau dikeluarkan. Nah, dari dasarnya aja udah beda…. Makanya kok gak bisa akur . Trus, ditambah lagi sederet peraturan perpajakan yang harus ditaati, PP lah, MenKeu lah, UU Pajak lah… yah, makin beda deh… makin banyak yang diapalin… makin cape` deh…

             Pada prinsipnya, akuntansi digunakan untuk menyajikan berbagai informasi keuangan yang bagi penggunanya akan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam dunia usaha ada akuntansi, dalam hidup rumah tangga ada akuntansi, di pemerintahan ada akuntansi. Akuntansi, adalah komunikasi. Dimana-mana ada akuntansi . Akuntansi itu sendiri berjalan ketika kebijakan-kebijakan akuntansi telah dibuat. Lha terus, Kebijakan akuntansi itu sendiri darimana dan siapa yang mbuat? Yang mbuat ya pembuat kebijakan di masing-masing perusahaan, sesuai dengan kondisi perusahaan… asalkan tidak menyimpang dari Prinsip Akuntansi Berlaku Umum. Sedangkan pajak menurut akuntansi berpendapat bahwa Pajak menumpangi berbagai sistem dan sub sistem dalam dunia bisnis dan ekonomi yang template-nya adalah akuntansi. Kondisinya menuntut bahwa semestinya pajak dengan santun mengikuti aturan main yang ada. Dan mestinya pajak tidak bisa seenaknya mengubah semua itu. Cuman yang perlu diingat, seperti yang terjadi di mana pun di dunia, pajak memiliki keistimewaan berupa kewenangan lebih untuk memaksa setiap pihak mengikuti aturan mainnya sendiri.

              Beda lagi menurut pandangan orang pajak. pajak sebagai salah satu wahana untuk mengejar kehidupan yang sejahtera, harus bisa meng-assess kerangka berpikir yang sama. Sedangkan akuntansi adalah selalu merupakan hasil dari kesepakatan antar kepala, antar niat, antar orientasi dan sangat jelas antar ideologi. Akuntansi tidaklah buruk melainkan tergantung pada setiap kepala yang membangun kesepakatan demi kesepakatan yang ada di dalamnya. Akuntansi bisa menjadi baik atau menjadi buruk bagi cita-cita kita. Yah, bener juga sih… akuntansi bisa menjadi alat memanipulasi dan mengakibatkan kekacauan ^O^, contoh yang sangat jelas adalah kasus enron dan worldcom. Gara-gara itu semua peraturan langsung diubah, blum lagi mengakibatkan banyak pengangguran mengingat adanya ijin KAP yang dicabut. Semoga gak terulang lagi… soalnya itu sudah sangat-sangat mencoreng profesi akuntansi .

              Uuhhmmm… cape` juga kalo membahas perbedaan-perbedaan yang menimbulkan pertikaian. Tapi gimana lagi ya, emang gitu sih kenyataannya, dan akibatnya terjadi saling ‘akal-akalan’. Orang akuntansi mencari cara, agar tidak dikenai pajak. Dan sebaliknya, orang pajak selalu mencari-cari kesalahan orang akuntansi. Masa sih, sampe kapanpun hal itu selalu terjadi?. Semoga nggak, dan semoga setiap profesi bisa menjalankan tugasnya dengan jujur, sehingga tidak ada kecurigaan antar profesi.

Ada gak ya profesi lain yang juga mengalami pertentangan?

menurut kamu???